fbpx
Visi Pengadilan Agama Probolinggo yakni : “Terwujudnya masyarakat Probolinggo yang berkeadilan, sejahtera dan berakhlak mulia”

Hasbi Hasan Menjelaskan Sejarah, Prospek dan Tantangan SAPM


Semarang l badilag.mahkamahagung.go.id

Mewakili Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Dr. H. Hasbi Hasan, M.H. memberikan pengarahan seusai membuka kegiatan Bimbingan dan Pelatihan Calon Trainer dan Assessor SAPM di Semarang, Kamis (8/3/2018).

Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama sekaligus Ketua Tim SAPM Ditjen Badilag itu menjelaskan sejarah, prospek dan tantangan SAPM di hadapan para peserta yang terdiri atas Wakil Ketua, Panitera dan Sekretaris PTA/MSA serta sejumlah perwakilan dari PA.

“Meskipun kita mulai menyelenggarakan SAPM pada tahun 2017, sesungguhnya upaya untuk menstandarisasi kinerja dan pelayanan peradilan agama sudah dimulai Ditjen Badilag sejak tahun 2011,” ujarnya.

Menurut Hasbi Hasan, upaya untuk menstandarisasi kinerja dan pelayanan peradilan agama terbagi menjadi tiga periode.

Periode pertama berlangsung antara tahun 2011 hingga 2014. Pada periode ini, Badilag menyelanggarakan berbagai lomba, yaitu pelayanan publik dan meja informasi, implementasi SIADPA, implementasi SIMPEG, optimalisasi website, publikasi putusan dan pemberkasan perkara. Sebagai program rintisan, pelbagai lomba itu direspons sangat baik oleh pengadilan-pengadilan tingkat pertama maupun pengadilan-pengadilan tingkat banding di lingkungan peradilan agama.

Di antara karakteristik periode ini, menurut Hasbi Hasan, ialah penilaian belum dilakukan secara terpadu, melainkan oleh tiap-tiap unit kerja eselon II di Badilag dengan melibatkan PTA/MSA. Selain itu, belum didukung anggaran khusus dan tidak menjadi program rutin tahunan.

Periode kedua berlangsung pada tahun 2014 hingga 2016. Pada periode ini, sejumlah pengadilan agama menerapkan sistem manajemen mutu sehingga memperoleh Sertifikat ISO 9001:2008 dan Sertifikat ISO 9001:2015. Tercatat ada puluhan PA/MS yang meraih ISO, baik dengan swadaya maupun dengan anggaran dari Badilag.

Hasbi Hasan mengatakan, periode ini memiliki karakteristik berupa ruang lingkup sertifikasi yang terbatas, keterlibatan Badilag dan PTA/MSA kurang, biaya cukup mahal dan keberlanjutannya sulit.

Periode ketiga dimulai tahun 2017 hingga saat ini. Pada periode ini, Badilag menyelenggarakan akreditasi penjaminan mutu terhadap pengadilan-pengadilan tingkat pertama dan selanjutnya pengadilan-pengadilan tingkat banding di lingkungan peradilan agama.

Periode ini memiliki sejumlah karakteristik, yaitu ruang lingkupnya meliputi manajemen, kesekretariatan, kepaniteraan dan sarana-prasanara; peran Badilag dan PTA/MSA sangat signifikan; ada dukungan anggaran; dan keberlanjutannya jelas.

Hasbi Hasan menegaskan, akreditasi pengadilan, termasuk SAPM di lingkungan peradilan agama, memiliki prospek yang baik, karena didorong langsung oleh pimpinan MA, mendapat dukungan anggaran dari Bappenas, terdapat respons yang baik dari publik dan memperoleh apresiasi positif dari Presiden RI.

“Pada acara laporan tahunan MA kemarin, Presiden Jokowi memberikan apresiasi kepada MA yang telah menyelenggarakan program akreditasi pengadilan,”ujar Hasbi Hasan.

Meski memiliki prospek yang baik, bukan berarti SAPM tiada kendala. Ada sejumlah persoalan yang perlu dicarikan jalan keluar secara bersama-sama oleh Badilag dan PTA/MSA.

Kendala-kendala itu, bila dipetakan, menyangkut pedoman, anggaran, peserta, mekanisme dan jadwal SAPM.

[hermansyah]

Updated: April 2, 2018 — 13:19

Video Profile

© 2017 Pengadilan Agama Probolinggo IT_Paprob
Ubah Bahasa »