logo

Pendampingan PTA Surabaya Pelaksanaan Zona Integritas menuju WBK Pengadilan Agama Probolinggo Tahun 2020

Selasa, 16 Juni 2020 Tim Pendampingan Zona Integritas PTA Surabaya melaksanakan pemantauan serta pendampingan kepada Pengadilan Agama Proboliggo yang diketuai oleh Hakim Tinggi dan
Pendampingan PTA Surabaya Pelaksanaan Zona Integritas menuju WBK Pengadilan Agama Probolinggo Tahun 2020

Peluncuran Inovasi Pengadilan Agama Probolinggo Tahun 2020

Dengan mengucapkan Bismillah dan disaksikan oleh seluruh pegawai PA Probolinggo beserta beberapa undangan, Bapak Drs M. Edy Afan M.H Ketua Pengadilan Agama Probolinggo pada hari ka
Peluncuran Inovasi Pengadilan Agama Probolinggo Tahun 2020

Sistem Integrasi Informasi Proses Pengadilan secara Daring

  "A.C.O Integrated Information System" atau dalam kata lain Sistem Integrasi Informasi Proses Pengadilan secara Daring merupakan sebuah Aplikasi yang memberikan
Sistem Integrasi Informasi Proses Pengadilan secara Daring

Semangat Pagi Zona Integritas Pengadilan Agama Probolinggo

Kamis (28-5-2020) dengan semangat “pagi…pagi...pagi..!” yang selalu diserukan oleh seluruh unsur Pengadilan agama Probolinggo sebagai bara pengobar tekad mewujud
Semangat Pagi Zona Integritas Pengadilan Agama Probolinggo

Pemeriksaan Saksi Melalui Media Teleconfrence oleh Pengadilan Agama Probolinggo

Pada hari kamis, tanggal 30 April 2020 Masehi bertepat dengan 7 Ramadhan 1441 Hijriah pukul 10.00 WIB dalam rangka mewujudkan Peradilan Agama modern berbasis teknologi informasi da
Pemeriksaan Saksi Melalui Media Teleconfrence oleh Pengadilan Agama Probolinggo

Biaya Perkara

Blangko Gugatan Yaitu Blanko untuk membuat gugatan atau permohonan secara mendiri

SIPP

Melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), anda akan mengetahui tahapan, status dan riwayat perkara.

Jadwal Sidang

Pengadilan Agama memberikan kemudahan akses informasi jadwal sidang untuk para pihak yang sedang berperkara.

SIWAS

SIWAS adalah aplikasi pengaduan yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

e-court

Layanan Pendaftaran Perkara, Taksiran Panjar Biaya Perkara, Pembayaran dan Pemanggilan yang dilakukan Secara Online.

Pembuatan Gugatan Mandiri

Aplikasi Layanan Pembuatan Gugatan/Permohonan secara mandiri memudahkan akses masyarakat pencari keadilan membuat gugatan/permohonan

A. C. O

Aplikasi informasi secara online terkait proses perkara kepada pihak berdasarkan permintaan dari para pihak yang sudah teregister/ terdaftar sebelumnya dan terkoneksi dengan SIPP

E-Litigasi

Administrasi dan persidangan secara elektronik dan diterapkan secara menyeluruh pada perkara-perkara tertentu

COVID-AC

Aplikasi (COVID-AC) memberikan jaminan keaslian akta cerai yang telah diterbitkan terkoneksi SIPP dengan mudah tanpa perlu menginstal aplikasi tambahan lainnya

TPM-N

Layanan Pengambilan produk pengadilan secara daring melalui media pesan WA terenscript yang terkoneksi dengan layanan ambil langsung (Drive Thru-APP)

Dipublikasikan oleh admin on . Hits: 17

Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI Menuju Sistem Peradilan Agama Yang Agung dan Modern

BADILAG MENUJU SISTEM PERADILAN AGAMA YANG AGUNG DAN MODERN

(CapaianBadilag di Bawah Kepemimpinan Dr. Drs. Aco Nur, S.H., M.H.)

 

Oleh

ROZY ALIFIAN MUKHTAR, S.H., M.Kn.

(Kasubag Umum dan Keuangan pada Pengadilan Agama Probolinggo)

 

 

Terwujudnya Badan Peradilan Indonesia yang agung adalah visi Mahkamah Agung yang dirumuskan oleh Pimpinan Mahkamah Agung pada tanggal 10 September 2009. Visi Badan Peradilan tersebut di atas, dirumuskan dengan merujuk pada Pembukaan UUD 1945, terutama alinea kedua dan keempat, sebagai tujuan Negara Republik Indonesia.[1]

            Berdasarkan Cetak Biru Pembaruan Peradilan 2010-2035, untuk memujudkan Badan Peradilan yang Agung diperlukan usaha-usaha perbaikan, diantaranya:

  1. Melaksanakan fungsi kekuasaan kehakiman, secara independen, efektif, dan berkeadilan.
  2. Didukung pengelolaan anggaran berbasis kinerja secara mandiri yang dialokasikan secara proporsional dalam APBN.
  3. Memiliki struktur organisasi yang tepat dan manajemen organisasi yang jelas dan terukur.
  4. Menyelenggarakan manajemen dan administrasi proses perkara yang sederhana, cepat, tepat waktu, biaya ringan, dan proporsional.
  5. Mengelola sarana prasarana dalam rangka mendukung lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan kondusif bagi penyelenggaraan peradilan.
  6. Mengelola dan membina Sumber Daya Manusia yang kompeten dengan kriteria obyektif, sehingga tercipta personil peradilan yang berintegritas dan profesional.
  7. Didukung pengawasan secara efektif terhadap perilaku, administrasi, dan jalannya peradilan.
  8. Berorientasi pada pelayanan publik yang prima.
  9. Memiliki manajemen informasi yang menjamin akuntabilitas, kredibilitas, dan transparansi.
  10. Modern dengan berbasis TI terpadu.

 

BADILAG MENJAWAB TANTANGAN

Sejak dicanangkannya cetak biru pembaruan peradilan, seluruh badan peradilan di bawah Mahkamah Agung berlomba-lomba mengejawantahkan hal-hal yang menjadi visi dan misi Mahkamah Agung, tidak terkecuali Badan Peradilan Agama (Badilag). Sepuluh poin perbaikan yang telah Penulis sampaikan tersebut di atas, kemudian ditafsirkan dan diimplementasikan dalam rencana kerja nyata secara terstruktur dan sistematis.

Sebagai salah satu Unit Kerja Eselon 1 di lingkungan Mahkamah Agung, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama membawahi lebih dari 400 Pengadilan Agama baik di tingkat pertama maupun di tingkat banding di seluruh Indonesia. Tentu bukanlah hal yang mudah mewujudkan mimpi besar adanya suatu Badan Peradilan yang Agung. Faktor leadership memiliki peran yang sangat vital dalam mewujudkan Badilag yang tidak hanya Agung, namun juga Modern.

Pada pertengahan 2018 lalu, Ketua MA melantik Dr. Drs. Aco Nur, S.H., M.H. sebagai Dirjen Badilag menggantikan Dr. H. Abdul Manaf, M.H. Menjadi nahkoda sebuah lembaga negara sebesar Badilag, tentu merupakan tantangan yang luar biasa bagi Bapak Aco Nur. Mengawali karir sebagai CPNS di Mahkamah Agung pada tahun 1989 dan kemudian malang melintang menduduki beberapa jabatan struktural strategis mulai dari Kasubag Peradilan Umum-Biro Kepegawaian (1995) hingga Kepala Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung (2011), merupakan bekal yang cukup untuk merespons modernisasi peradilan.

Dalam sebuah wawancara eksklusif yang dikutip dari Majalah Peradilan Agama Edisi 14 (Bulan November 2018), Bapak Aco Nur menyampaikan bahwa ritme kerja Beliau itu cepat, artinya cepat dalam menyelesaikan sesuatu hal dan tepat pada waktunya. Dengan ritme kerja semacam itu dibutuhkan figur leadership yang kuat. Pemimpin yang tidak hanya memberikan perintah kepada bawahannya, tetapi juga pemimpin yang memberikan contoh nyata serta mampu memberikan motivasi sehingga setiap hal yang menjadi kebijakan lembaga bisa terealisasi dengan sebaik-baiknya.

Konsep pengembangan manajemen Sumber Daya Manusia yang ideal benar-benar diterapkan oleh Bapak Aco Nur dengan mengimplementasikan pemberian reward and punishment secara konsisten dan konsekuen. Para aparatur peradilan yang berprestasi akan mendapat tempat dan reward, sedangkan yang berkinerja kurang akan diberikan punishment secara proporsional.

Sebagai ASN non-hakim yang baru lima tahun berkarir di lingkungan Peradilan Agama, Penulis benar-benar langsung merasakan dampak positif kepemimpinan Bapak Aco Nur sebagai Dirjen Badilag. Lembaga peradilan agama bertransformasi menjadi lembaga yang modern, yang bisa mengadopsi standar-standar internasional dengan Akreditasi Penjaminan Mutu-nya. Dan pada akhirnya nanti bermuara pada pemberian pelayanan yang optimal kepada masyarakat pencari keadilan.

 

TIDAK HANYA AGUNG,TAPI JUGA MODERN

            Kemajuan dan perkembangan Teknologi Informasi (TI) adalah sebuah keniscayaan. TI telah mengubah cara manusia dalam berinteraksi menjadi lebih cepat dan mudah. Dalam Cetak Biru MA 2010-2035, pelayanan peradilan yang prima kepada masyarakat haruslah modern dan berbasis TI. Pengadilan perlu membangun sistem manajemen dengan memanfaatkan teknologi sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh para pencari keadilan.        

Menurut penilaian Penulis, Bapak Aco Nur adalah sosok birokrat yang progresif. Beliau mampu melihat tantangan yang ada menjadi peluang untuk lebih memajukan lembaga yang dipimpinnya. Meskipun kepemimpinannya baru berusia 2 tahun, namun tercatat banyak prestasi yang telah diraih Badilag.

Penulis mencatat hingga pertengahan tahun 2020, setidaknya Badilag telah melaunching 11 Inovasi Aplikasi pendukung sistem E-Litigasi yang terintegrasi, yaitu:

  1. Aplikasi Notifikasi Perkara

Berfungsi memberitahukan kepada pihak berperkara terkait perkembangan dan status perkara yang berjalan melalui SMS.

  1. Aplikasi Informasi Produk Pengadilan

Berfungsi memberikan informasi kepada pihak berperkara secara real time mengenai layanan dan produk pengadilan.

  1. Aplikasi Antrian Sidang

Berfungsi memberikan pilihan kepada para pihak atau kuasanya untuk menentukan waktu sidang sesuai keinginannya secara online.

 

 

  1. Aplikasi Basis Data Terpadu Kemiskinan (Bekerja sama dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K))

Berfungsi membantu menyajikan status data masyarakat miskin guna pembebasan biaya perkara.

  1. Command Center

Berfungsi sebagai pusat data, pusat pengembangan aplikasi, ruang rapat virtual, dan pusat pembelajaran jarak jauh.

  1. Aplikasi PNBP Fungsional

Berfungsi menyediakan informasi pengelolaan PNBP secara terintegrasi.

  1. Aplikasi E-Eksaminasi

Berfungsi untuk melakukan penilaian kualitas tenaga teknis dalam menjalankan tugas pokok melalui pemeriksaan berkas perkara secara elektronik.

  1. Aplikasi E-Register

Berfungsi sebagai sarana melakukan validasi dan audit data perkara pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP)

  1. Aplikasi E-Keuangan

Berfungsi sebagai pendukung Aplikasi SIPP untuk mencatat semua transaksi keuangan yang terkait dengan layanan perkara.

  1. Aplikasi Validasi Akta Cerai

Berfungsi sebagai sarana untuk melakukan verifikasi dan validasi akta cerai dengan cara menginput nomor seri dan nomor akta cerai

  1. Aplikasi Gugatan Mandiri

Berfungsi memberikan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan dalam mengajukan gugatan/permohonan mandiri secara online.

           

Selain aplikasi yang sifatnya teknis peradilan, di bawah kepemimpinan Bapak Aco Nur, baru-baru ini Badilag juga merilis Aplikasi Vision sebagai sarana dalam mengajukan permohonan surat izin belajar.Dari segi penyediaan sarana dan prasarana, Pengadilan Agama di seluruh Indonesia kini memiliki standar khusus untuk di dalam Ruang Sidang dan di Ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

 

 

            Dengan segala prestasi, sarana/prasana, pengakuan dari lembaga lain baik di tingkat nasional maupun internasional yang telah Badilag peroleh di era kepempinan Bapak Aco Nur, tidak berlebihan jika Penulis merasa bahwa Badilag kini menjelma sebagai Badan Peradilan yang tidak hanya Agung, tapi juga Modern.

 

Majulah Badilag!

Jayalah Mahkamah Agung!

 

 

 

[1]Mahkamah Agung RI, Cetak Biru Pembaruan Peradilan 2010-2035, Mahkamah Agung RI, Jakarta, 2010, h.13.

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Probolinggo Kelas IB

Jalan Raya Bromo KM.07 Kota Probolinggo
Jawa Timur 67223

(0335) 421736

(031) 4430559

paprob@pa-probolinggo.go.id



Jam Layanan

Selama Pandemi COVID-19

Jam Kerja

Senin - Kamis :

Pukul 07.30 - 16.00

Jum'at :

Pukul 07.00 - 16.00

Jam Pelayanan

Senin - Kamis :

Pukul 08.00 - 13.00

Jum'at :

Pukul 08.00 - 11.00

Jam Sidang

Senin - Rabu :

Pukul 09.00 - Selesai